fbpx

PRAMUKA SMARANSA BUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI BONGGOL PISANG

  • Bagikan
PRAMUKA SMARANSA BUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI BONGGOL PISANG
Praktek pembuatan Pupuk Organik Cair (PPC)

Randublatung – Dalam rangka mengisi kekosongan waktu di tengah pandemi Covid 19, Pramuka SMA Negeri 1 Randublatung mempraktekkan cara  pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar bonggol Pisang di lapangan SMA N 1 Randublatung. Sabtu (13/03)

 

PRAMUKA SMARANSA BUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI BONGGOL PISANG
Praktek pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

 

Dengan semangat kolaboratif dan semangat eksploratif mereka tuangkan, menjadi sebuah karya inovasi yang harapannya mampu menjawab keterbatasan pupuk organik di tengah masyarakat. 

Koordinator Kegiatan Silky Amrani Syah Mayana, mengungkapkan inisiatif ini muncul ketika mereka melihat banyaknya bonggol pisang yang berserakan di sekitar sekolah. Akhirnya muncul keinginan untuk bereksperimen mengolahnya menjadi sebuah produk pupuk organik cair yang bisa dimanfaatkan untuk penyedia nutrisi bagi tanaman. 

“Pandemi ini sudah hampir 1 tahun, jika hanya mengandalkan kegiatan belajar dengan virtual tentunya kita akan mengalami kejenuhan. Dengan kegiatan eksplorasi lingkungan yang diikuti beberapa perwakilan pramuka ini harapannya bisa memberi pengalaman tersendiri. Mengawali memanfaatkan bonggol pisang yang ada di lingkungan sekitar, kita olah menjadi pupuk organik cair yang bisa dimanfaatkan untuk merawat tanaman yang ada di sekitar kita,” ungkapnya

Pembina Pramuka Didik Irawan, mengatakan kita perlu memberi kesempatan Refreshment Day. Konsep kegiatan ini tidak hanya  diisi dengan hiburan, tetapi nalar berinovasi dan nalar untuk bereksperimen mereka perlu kita kembangkan. Tidak sekedar dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi tapi bisa disebar  untuk kalangan yang lebih luas. 

“Kegiatan eksplorasi lingkungan ini Harapannya bisa menjadi Refreshment Day bagi Dewan Ambalan Pramuka SMA Negeri 1 Randublatung. Kami memaklumi masa pandemi yang sudah berjalan 1 tahun ini tentu memberi dampak kejenuhan tersendiri bagi peserta didik.” pungkasnya.  (Spt)

  • Bagikan