fbpx
OPINI  

MENUJU PERANGKAT DESA INOVATIF, DESA MAJU, INDONESIA JAYA

Sekarang era Disrupsi, mau tidak mau setiap orang dipaksa mengikuti perkembangan zaman. Sebagaimana proses Perekrutan Perades, selain pengalaman pengabdian juga ada Tes dengan sistem Computer Assistent Tes (CAT). dalam sistem CAT yang berbasis teknologi tentunya akan mudah dipahami oleh kelompok muda.
Huda Kalimulloh.

Perangkat Desa adalah tempat pengabdian masyarakat di tingkat Desa, dalam menempati posisi Perangkat Desa harus dipersiapkan diri pengetahuan akademik maupun pengalaman sosial kemasyarakatan.

Sekarang era Disrupsi, mau tidak mau setiap orang dipaksa mengikuti perkembangan zaman. Sebagaimana proses Perekrutan Perades, selain pengalaman pengabdian juga ada Tes dengan sistem Computer Assistent Tes (CAT). dalam sistem CAT yang berbasis teknologi tentunya akan mudah dipahami oleh kelompok muda.

BACA JUGA :  AUDIENSI SOAL PERADES TAK BOLEH BAWA HP DAN TAS

Generasi tua pastinya akan sulit untuk mengejar ketertinggalan diranah teknologi. kinerja Pemerintahan Desa dari tahun ketahun tentunya akan mengikuti perkembangan zaman, tidak pakai pola manual seperti mencetak kertas sebagai kebutuhan kerja. Selain kertas berdampak pada sampah juga sedikit membuat pemborosan anggaran Desa.

Indonesia sebagai Negara berkembang tentunya menyesuaikan hal itu dari tingkat pusat sampai ke tingkat Desa. Surat menyurat kini cukup via e-mail, tanda tangan juga sudah bisa via digital. sebagaimana waktu pembuatan E-KTP beberapa tahun Kemarin.

BACA JUGA :  SELEKSI PERADES DISERAHKAN KE DESA

Generasi Millenial yang energik dan penuh inovatif, saya rasa cocok menjadi Perangkat Desa dalam berlomba-lomba mengembangkan Desa dengan ide-ide kekinian yang dapat diikuti dengan studi banding digital, tidak perlu datang ke Desa lain secara fisik untuk melihat kemajuan Desanya yang membutuhkan banyak biaya transportasi.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) juga pastinya tertuang anggaran untuk peningkatan potensi Perangkat Desa yang dapat digunakan Bersama. Minimal setiap Kecamatan berkumpul dengan Perwakilan Perangkat Desa untuk diadakan Pelatihan yang mendatangkan Ahlinya dalam Pengelolaan Desa.

BACA JUGA :  KASUS PERADES BELUM USAI, PEMKAB BLORA LUNCURKAN SURAT AUDIT FORENSIK KE BSSN

Tentang Penulis: Huda Kalimulloh merupakan mantan Ketua PMII Blora, Alumni Pascasarjana Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Mercu Buana Jakarta.