fbpx

NGAJI SASTRA, TULISAN MAMPU TEMBUS RUANG WAKTU

  • Bagikan
Ngaji sastra posonan diselenggarakan pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Miftahul Desa Jiworejo Kecamatan Jiken selama kurang lebih satu Minggu, bertemakan Membaca Realitas Melalui Sastra.
Diharapkan Peserta mampu menghidupi kantong-kantong literasi yang hampir sirna dan mengeksplorasi ide gagasan dalam bentuk karya.

Jiken – Ngaji sastra posonan diselenggarakan pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Miftahul Desa Jiworejo Kecamatan Jiken selama kurang lebih satu Minggu, bertemakan Membaca Realitas Melalui Sastra.

 

Ngaji sastra posonan diselenggarakan pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Miftahul Desa Jiworejo Kecamatan Jiken selama kurang lebih satu Minggu, bertemakan Membaca Realitas Melalui Sastra.
Diharapkan Peserta mampu menghidupi kantong-kantong literasi yang hampir sirna dan mengeksplorasi ide gagasan dalam bentuk karya.

 

Ketua Panitia, Nur Kholis Majid membeberkan, dalam ngaji sastra ini para santri akan diberi materi kesusastraan dan akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh hebat di Blora yang akan memberi materi.

“Sastra disini menjadi alat analisis yang dapat membantu kita untuk membaca realitas, para santri sastra akan diajak rihlah ke perpustakaan Pataba, Kampung Samin di Kecamatan Sambongrejo dan Ke kopi santan” Bebernya di aula ponpes pada pembukaan ngaji sastra, Selasa (20/04/2021).

Ada beberapa materi besar antara lain, Tadabbur Qur’an Tafakur Alam, Sastra dan Media Diskursif, Teori Psikologi Sastra, Hakikat Sastra dan Karya sastra, Melihat Khazanah Kesusastraan Indonesia, Mengenal Budaya Samin.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Amal, Hj Umi Tutik Alawiyah dalam acara ini merasa senang dan berharap ngaji sastra dapat menginspirasi anak bangsa.

“Saat ini memang kita dalam kondisi terpuruk, tiada pilihan lain selain bangkit. Tulisan itu mampu menembus ruang dan waktu, dampak menulis itu sangat luar biasa” Tutur umi.

Masih pada kondisi pandemik, ngaji sastra hanya dibatasi maksimal 15 peserta. Diharapkan mampu menghidupi kantong-kantong literasi yang hampir sirna dan mengeksplorasi ide gagasan dalam bentuk karya.

Umi juga berpesan, memanfaatkan tenaga yang ada untuk meningkatkan pesantren dan nalar berpikir. Jangan hanya cari manfaat, tapi kalian harus bermanfaat.

“Santri sastra jangan hanya chatingan tidak bermanfaat, Wujudkan tulisan kalian dalam bentuk buku sehingga berguna dan dibaca kalangan umum. Berjuang jangan enak-enakan” pungkasnya. (Jml)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan