fbpx

OKNUM GURU DI CEPU DIDUGA LAKUKAN PELECEHAN SISWINYA

  • Bagikan
Illustrasi : Pixabay.

Cepu – Seorang oknum guru salah satu sekolah di Kecamatan Cepu diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap siswinya.

Dua orang siswi menjadi korban pelecehan Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), KS yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), diduga memegang payudara siswanya saat pelajaran berlangsung di kelas.

Peristiwa bermula saat pelajaran di kelas. Secara tiba-tiba, tangan KS meremas payudara melati (bukan nama sebenarnya). Atas perlakuan guru itu, melati menceritakan kepada temannya Mawar (bukan nama sebenarnya). Ternyata, dirinya juga menjadi korban tangan gatal gurunya.

Kedua siswi itu akhirnya menceritakan kepada orang tua masing-masing.

“Saya sudah mendatangi sekolah dan bertemu kepala sekolah dan guru yang bersangkutan. Kami minta agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Kalau bisa oknum guru tersebut dimutasi dan diberi sangsi tegas. Kalau tidak saya akan lapor KPAI,” tegas MS, orang tua korban, Minggu (31/10/2021).

Di sisi lain, wali murid yang lain dengan adanya pelecehan seksual di sekolah tersebut merasa khawatir jika oknum guru tersebut masih mengajar.

“Sebelumnya saya dapat info, beberapa tahun lalu guru tersebut juga pernah melakukan pelecehan terhadap muridnya. Skarang siswi itu sudah kelas 9. Saya minta guru itu dipecat agar tidak ada korban lagi,” ujar S, wali murid yang lain.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Blora pun turun tangan menindaklanjuti keluhan para wali murid dan memanggil oknum guru tersebut untuk dimintai keterangan.

“Saya sangat kecewa. Oknum guru yang bersangkutan PNS dan sudah kami panggil dan sekarang lagi di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh tim. Nanti sangsinya nunggu dari tim. Tapi orang tua siswi sudah menandatangani surat pernyataan,” ujar Hendi Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan Blora, Selasa (02/11).

Disinggung terkait sangsi, Hendi belum bisa memastikan, yang akan dijatuhkan kepada oknum guru yang bersangkutan.

“Saya tidak hapal hukumannya. Ada kategori ringan,sedang dan berat. Nanti tim yang bisa menentukan,” ucapnya. (spt). 

  • Bagikan