fbpx

PEMKAB DAPAT AJUKAN REAKTIVASI JALUR KERETA API CEPU – BLORA – REMBANG

  • Bagikan
Ilustrasi : Pemprov Jateng mengupayakan reaktivasi jalur kereta api Semarang – Blora.

Blora – Kepala Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 4 Semarang, Wisnu Pramudyo saat melakukan kunjungan ke Bandara Ngloram pada Selasa (24/8) mengatakan apabila pengaktifan kembali jalur kereta api Cepu – Blora – Rembang bermanfaat bagi perekonomian maka Pemerintah Daerah dapat membuat usulan.

“Seandainya untuk bisa meningkatkan perekonomian, (jalur kereta api-red) antara Cepu-Blora-Rembang itu bisa diusulkan dari pemerintah daerah, Kalau pemerintah daerah mengusulkan itu pasti ada kajiannya. Itu sangat memungkinkan, karena nanti akan ada kajian yang akan diusulkan ke kementerian. Jikalau disetujui langsung dialokasikan untuk aktivasi,” ucap Wisnu.

Pemerintah daerah harus mendorong agar masuk skala prioritas.

“Jadi harus ada pemilihan skala prioritas. Kalau enggak didorong dari pemkab untuk reaktivasi, tujuannya untuk apa dan sebagainya, itu nanti bisa ketilep sama yang lain, harus ada dorongan,” tegasnya.

Wisnu menjelaskan reaktivasi jalur kereta merupakan ranah dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Lebih lanjut, dirinya mencontohkan salah satu reaktivasi jalur kereta api yang sudah mulai dibangun yakni Rancaekek-Tanjungsari.

“Kalau itu kunci jawabannya bukan di pihak kami. Oleh karenanya itu menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, pemilik prasarana. Nanti ada kajian (terkait jalur kereta api), apakah pakai existing (jalur kereta api yang sempat ada), atau pakai (jalur kereta api) yang baru. Jadi banyak contoh reaktivasi seperti di Jawa Barat itu ada reaktivasi antara Rancaekek-Tanjungsari, itu sudah mulai reaktivasi dan sebagainya,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan masuknya reaktivasi jalur kereta tersebut ke dalam RPJMD karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Blora dengan Rembang telah dimasukkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2021-2026.

“Memang banyak permintaan untuk jalur (kereta) dari Cepu – Blora – Rembang itu untuk diaktivasi kembali,” ucap Arief Rohman saat ditemui Bloranews.com di kantornya, Kamis (15/04/2021).

Jalur kereta api yang menghubungkan Blora dengan Rembang tersebut sempat beroperasi sekitar 1902 sampai 1984. Meskipun Pemerintah Kabupaten Blora telah memasukkan jalur tersebut ke RPJMD, tapi semua keputusan ada di pemerintah pusat.

Apabila reaktivasi tersebut diprioritaskan oleh pemerintah pusat, maka Arief akan mendukung upaya pengaktifan kembali jalur kereta tersebut.

“Karena ini kewenangan dari pusat, Dirjen Perkeretaapian dan KAI, prinsipnya nanti nunggu kebijakan pusat,” pungkasnya. (Spt)

  • Bagikan