fbpx

OKNUM POLISI KEDUNGTUBAN ANIAYA ANAK LULUSAN SMP

  • Bagikan
Purdiyanto, korban penganiayaan kini tengah menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Cepu.

Kedungtuban – Penganiayaan kembali terjadi di Kota Sate pada Kamis (17/8/2017) malam, yang mengakibatkan korban, Purdiyanto (18), warga Dukuh Kedunggampeng Desa Ngraho Rt 08 Rw 02, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora ini harus dilarikan ke rumah sakit. Pelaku merupakan oknum Polisi berinisial (Ag) anggota Polsek Kedungtuban dan dua warga lain sekitar Desa Kedungtuban.

Anak kedua dari Nardi dan Yatun ini, harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang bahu bagian kiri. Hingga saat ini korban masih terkapar di rumah sakit swasta di Cepu.

 

Purdiyanto, korban penganiayaan oleh oknum Polsek Kedungtuban menderita patah tulang pada bahu kiri. Foto : Bloranews

 

Sekitar pukul 19.00 WIB korban dari rumahnya menuju SPBU Ngraho, Kedungtuban, untuk berkumpul dengan teman-temannya.  Setelah itu, korban yang pulang ke rumahnya sekitar pukul 24.00 Wib dengan kondisi lampu motor korban tidak menyala, berpapasan dengan kendaraan pelaku (Ag). Karena pelaku banyak memakan badan jalan, dan hampir bersenggolan dengan motor korban. Selain itu, pelaku meneriaki korban dengan kata-kata kasar dan dibalas serupa oleh korban.

“Dia terus berbalik arah mengejar saya,” kata Purdiyanto sembari terkapar, Sabtu (19/8/2017).

Karena takut, dirinya pun menambah kecepatan sepeda motornya. Namun naas, korban terjatuh setelah menabrak buk (tempat duduk-red) di perempatan Dusun Dukoh, Kedungtuban. AG yang meneriakinya ‘maling’, sehingga memancing warga yang dekat dengan TKP ikut mengejar. Hingga terjadi pengeroyokan terhadap korban hingga babak belur.

“Ada tiga orang yang memukuli saya,” ujarnya.

Dalam pengroyokan itu, ada salah seorang warga yang datang untuk melerai. Ia pun akhirnya bisa melarikan diri sejauh 200 meter. Bersembunyi dibalik tanaman jagung tak jauh dari TKP. Sambil menunggu pelaku meninggalkannya.

“Saya dengar ada motornya pak lik (paman-red), langsung saya keluar dari jagungan,” pungkasnya.

Reporter : Ngatono

 

RALAT  JUDUL : SEMULA  POLISI KEDUNGTUBAN ANIAYA ANAK LULUSAN SMP  DIRALAT   OKNUM POLISI KEDUNGTUBAN ANIAYA ANAK LULUSAN SMP (21 : 44 WIB)

 

  • Bagikan