fbpx

SARJANA MENGANGGUR DI BLORA MENINGKAT DRASTIS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang dinahkodai Bupati Arief Rohman dan wakilnya Tri Yuli Setyowati sedang menggalakkan program satu desa dua sarjana. Hal itu hendak diwujudkan guna memajukan pembangunan SDM di Kabupaten Blora.
Ilustrasi by kibrispdr.org

Blora- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang dinahkodai Bupati Arief Rohman dan wakilnya Tri Yuli Setyowati sedang menggalakkan program satu desa dua sarjana. Hal itu hendak diwujudkan guna memajukan pembangunan SDM di Kabupaten Blora.

Namun, tujuan pembangunan SDM melalui program tersebut tidak diiringi dengan grafik peningkatan ketenagakerjaan lulusan sarjana di Kabupaten Blora.

BACA JUGA :  PEDULI KORBAN KEBAKARAN, BUPATI BLORA SALURKAN BANTUAN LANGSUNG

Tercatat, lulusan sarjana di Kabupaten Blora tahun 2021 banyak yang menganggur. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora yang diunggah per 3 Desember 2021, menunjukkan jumlah pengangguran lulusan sarjana di Kabupaten Blora alami tren peningkatan.

Dilihat menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran dengan jenjang pendidikan diploma/universitas mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Presentase peningkatannya pun cukup drastis, yakni 3,25 persen. Dari 0,98 persen di tahun 2020, menjadi 4,23 persen di tahun 2021.

BACA JUGA :  KEREN! PASAR UMKM TANGGUH CEPU LAYANI TRANSAKSI SECARA ONLINE

Jumlah pengangguran lulusan sarjana di Kabupaten Blora sempat menurun signifikan di tahun 2020. Yakni sebesar 10,56 persen. Yang awalnya berada pada presentase 11,54 di tahun 2019, menurun menjadi 0,98 di tahun 2020.

Menginjak tahun 2021, presentase jumlah pengangguran lulusan sarjana di Kabupaten Blora kembali meningkat sebesar 3,25 persen. Untuk jumlah pastinya tidak diterangkan dalam BPS Kabupaten Blora tahun 2021. (Kin).

BACA JUGA :  PEMBANGUNAN JALAN MENUJU RUMAH ARHAN MENUNGGU PERUBAHAN APBD 2022