fbpx

TANAH LONGSOR SEDALAM LIMA METER ANCAM PEMUKIMAN WARGA MLANGSEN

Hujan yang terus-menerus dengan keadaan drainase rusak mengakibatkan longsor dan amblasnya tanah ke bawah mengancam pemukiman warga Gang Jambu, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Tanah Longsor di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Blora – Hujan yang terus-menerus dengan keadaan drainase rusak mengakibatkan longsor dan amblasnya tanah ke bawah mengancam pemukiman warga Gang Jambu, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Indikasi awal pada hari Jum’at (22/4) lalu tanah bergerak, drainase sebelah barat amblas 30-40 cm, air mengalir ke arah bawah. Beberapa hari hujan terus-menerus membuat tanah terus membengkak. Bahu jalan kanan kiri 1 meter, badan jalan 3 meter amblas sedalam 1,5-2 meter.

BACA JUGA :  AKIBAT LONGSOR JALAN ANTAR DESA PUTUS, HINGGA KINI TAK KUNJUNG DITANGANI

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Slamet Widodo melaporkan, bencana alam tanah longsor mengancam tiga Kepala Keluarga (KK). Keadaan semakin parah terjadi pada pukul 09:00 tadi malam.

“Keadaan makin parah, bahu dan badan jalan longsor lagi menjadi sedalam 4-5 meter, kemudian sudah mendampak ke warga,” ungkapnya dalam laporan kaji cepat BPBD Kabupaten Blora, Selasa (26/4).

BACA JUGA :  TERGERUS AIR, LIMA RUMAH LONGSOR

Pihaknya merinci warga yang terdampak meliputi: Yudi Suryo (33), Marsono dan Winarto (64). Secara keseluruhan longsor sepanjang 30 meter, kedalaman 5-6 meter, lebar jalan terdampak 5 meter, rumah terdampak 2 meter dan tanah bergerak ke timur 5 meter ke kali grojogan dari posisi semula jadi total lebar 12 meter.

“Besar kemungkinan apabila terjadi hujan lagi bisa mengakibatkan bertambah parahnya longsor, dikarenakan kondisi tanah yang masih berdenyut dan bisa tiba-tiba bergerak. Untuk korban jiwa, nihil,” jelasnya.

BACA JUGA :  DEBET SUNGAI MENINGKAT, LONGSOR TERJADI DI CEPU

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora melakukan kaji cepat terhadap longsor serta melakukan blokade akses jalan dan menghimbau warga terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. (Jam).