TUNTAS, PROSESI HAJI DITUTUP DENGAN TAHALLUL!

Di Arafah, Jamaah Haji Bercucuran Air Mata

Lebih lanjut, Sumarno menceritakan salah satu pengalaman tak terlupakan, yakni, saat Wukuf di Padang Arafah beberapa waktu lalu. Di tempat ini, mereka disatukan dengan atribut yang sama, pakaian ihrom dan harapan atas ridlo Allah.

“Kita semua, senasib sepenanggungan. Hidup di tenda, di atas karpet. Khotbah yang disampaikan Pak Sutrisno dari Kunduran sangat menyentuh, dan ditutup dengan doa yang dipimpin Gus Afas putra Kyai Hamid Baidlowi Lasem Rembang. Semua menangis di Arafah,” kenang Sumarno yang juga kepala SMK Muhammadiyah 2 Blora itu.

Meski demikian, Sumarno tidak menampik kerinduannya dengan tanah air. Pasalnya, dalam waktu dekat, anak semata wayangnya akan beraksi pencak dalam karnaval SD di hadapan Bupati Blora 19 Agustus mendatang. Berbagai agenda juga telah menunggunya di tanah air.

“ Apalagi tanggal 5 September nanti, akan berlangsung pembukaan Porkab. Rasanya kangen sekali dengan sekolah dan berbagai makanan khas Blora,” ucap Sumarno yang juga merupakan Dewan Pendekar Tapak Suci Kabupaten Blora itu.

Sejauh ini, menurut Sumarno, penyelenggaraan pelayanan ibadah haji sudah cukup baik. Apa lagi, sesama jamaah haji bjuga saling memotivasi dan menguatkan, sehingga segala jadwal yang telah diagendakan dapat terlaksana dengan maksimal.

“Kita betul-betul mengikuti bimbingan. Alhamdulillah, tidak ada kendala fisik. Padahal, energi banyak terkuras karena banyak hal yang kita lakukan dengan jalan kaki. Termasuk, sholat di Masjidil Harom yang jaraknya berkilo-kilometer dari Maktab,” pungkasnya. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan