BARONGAN DALAM NAGARAKARTAGAMA

Tak bisa dipungkiri, barongan menempati nomor wahid dalam hal banyaknya jumlah grup kesenian tersebut, maupun kemampuannya merebut perhatian penonton dari usia kanak-kanak sampai dewasa, khususnya di Blora sampai saat ini.

 

Manuskrip Nagarakertagama (sumber foto: library.lontar.org)

Manuskrip Nagarakertagama (sumber foto: library.lontar.org)

 

Sungguhpun demikian, sejarah dan asal-usul barongan masih simpang siur. Bisa jadi kesimpang-siuran ini karena para pelaku maupun pemerhati barongan belum menemukan rujukan yang kuat tentang keberadaan barongan di masa lampau.

Serat Centhini yang menurut banyak ahli adalah ensiklopedi jawa abad 18, ternyata hanya menyinggung sekilas sebagaimana terdapat pada pupuh 31, dengan metrum Sinom. 

jata moelat raré dolan

bèngkat bikir tjirak oembris

kang bentik samja gèndongan

goemeder wenèh anangis

mjat tanggapan salirning

ambebarang gambang tjaloeng

topèng lènggèr barongan

wajang bèbèr mjang karoetjil

trebang ména miwah barang oera-oera

 

Pada pupuh di atas, kata Barongan disebut tanpa adanya penjelasan lebih lanjut, sehingga praktis tidak bisa diuraikan karena hanya disebutkan bersandingan dengan pertunjukan kesenian pedesaan lainnya.

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan