fbpx

CETAK SANTRIPRENEUR, PONPES DARUN NAJAH JALIN KERJASAMA DENGAN UNDIP SEMARANG

Blora, BLORANEWS – Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan memberikan pelatihan digital marketing kepada santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Najah Jepang, Kudus.

Program tersebut berlangsung dari 1 Mei hingga 28 mendatang, melibatkan 34 santri dan bertujuan untuk membekali keterampilan digital marketing kepada para santri guna mengembangkan usaha mandiri dan berdaya saing di era digital.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh Ponpes Darun Najah Jepang sekaligus Kaprodi Magister Studi Islam Pascasarjana IAIN Kudus, Mas’udi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu pengembangan kemampuan santri pada bidang literasi media digital dan santripreneurship.

“Jaringan komunikasi yang dilaksanakan bersama Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro Semarang akan semakin menambah wawasan literasi santri pada jejaring perguruan tinggi di Jawa Tengah. Hal ini pula semakin menambah informasi bagi publik bahwa pada hakikatnya pondok pesantren selalu menmbangun produktivitas kelembagaannya dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Undip, Ahmad Syakirnia menjelaskan kegiatan itu merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menghadirkan Undip Semarang dalam ruang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan.

“Pada kesempatan ini Pondok Pesantren Darun Najah Jepang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini menjadi pilihan untuk usaha penyebarluasan pengembangan kemampuan literasi digital dan santripreneurship,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa program pelatihan ini bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi para santri. Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam digital marketing, santri juga diharapkan bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengembangkan usaha mereka.

“Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan potensi santri tetapi juga memberikan kontribusi pada kemajuan pesantren secara keseluruhan,” lanjutnya.

Ketua tim pelaksana pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Marwini menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran program ini.

“Dengan semangat kolaborasi dan dukungan dari Pondok Pesantren Darun Najah Jepang, Kudus, program ini berhasil memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para santri dan komunitas pesantren,” ujar Marwini.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Undip Semarang seperti Ahmad Syakirnia, Wahyu Widodo, Ariza Fuadi, Marwini dan beberapa orang dosen lainnya. (Dj)