fbpx
OPINI  

PEREMPUAN DAN KONTRADIKSI PERAN

Ilustrasi

Blora, BLORANEWS – Tanggal 22 Desember kita peringati sebagai hari ibu. Momen hari ibu tidak bisa lepas dari peran perempuan yang biasanya dikaitkan dengan agenda perempuan di ruang domestik. Seperti lomba memasak, lomba rias dan kegiatan lainnya dengan kategori tugas seorang ibu. Perlu kita ketahui sebenarnya ibu muda di jaman sekarang mempunyai hak yang sama layaknya laki-laki. Memang agak sulit untuk merubah budaya patriarti sebagai pihak yang berkuasa. Budaya yang sudah lama tertancap kuat di masyarakat.

Perempuan di rumah tangga menempati second man/posisi kedua. Suami kerja mencari nafkah di ruang publik, sedangkan istri mengurus urusan rumah tangga. Dan anehnya hampir semua orang menyepakati budaya tersebut yang sebenarnya merugikan perempuan.

Berbicara soal hari pergerakan perempuan, ini penting diperhatikan karena para ibu sekarang sudah terlanjur nyaman dengan posisi sebagai istri yang hanya diberi tugas untuk mengurus urusan rumah tangga. Kebutuhan ekonomi biasanya di back up oleh suami. Padahal banyak juga suami yang kurang bertanggungjawab terhadap kondisi  keluarganya di rumah. Sehingga terpaksa para istri mencari kerja diluar demi menopang kebutuhan rumah tangga.

Meskipun budaya kita masih menomorsatukan laki-laki, namun tidak ada salahnya kalau  perempuan sadar akan posisi yang selama ini belum terbiasa kerja keras. Perempuan berhak  atas dirinya sendiri tanpa intervensi pihak manapun termasuk suami. Kerja perempuan diruang publik bisa kerjakan  sesuai dengan skill yang dimiliki. Membiasakan diri untuk bisa survive secara pribadi pada diri perempuan itu lebih bagus dibanding kita terus menerus menggantungkan hidup pada laki-laki.

Jadi kita bisa memulai membiasakan diri untuk mengasah skill yang kita punya sebagai bekal hidup mandiri. Ini bukan berarti posisi istri membangkang pada suami, tapi lebih pada langkah antisipatif apabila suami kita tidak bisa memberikan nafkah.

Belum lagi masalah lainnya di rumah tangga yang sering menimpa perempuan. Terdapat banyak kasus yang selama ini menimpa perempuan, diantaranya kekerasan dalam rumah tangga. Diharapkan perempuan berkenan untuk speak up supaya bisa langsung didampingi dan ditangani oleh pemerintah. 

Di moment hari ibu ini semoga seluruh perempuan di Indonesia bisa bergandengan tangan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan yang harusnya dilindungi oleh produk Undang Undang.

Tentang penulis: Siti Lestari adalah mantan ketua PC PMII Kabupaten Blora yang saat ini aktif mengelola Lembaga Pendampingan dan Pemberdayaan (Perempuan) Kinasih. 

*Opini di atas merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab Bloranews.com.