fbpx

PERSIKABA SIAP MELAJU KE LIGA 3 JATENG OKTOBER MENDATANG

  • Bagikan
PERSIKABA SIAP MELAJU KE LIGA 3 JATENG OKTOBER MENDATANG
Liga Jateng

Blora – Persikaba siap melaju ke kick off Liga 3 Jawa Tengah setelah Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov) Jateng menegaskan akan menggulirkan kompetisi sepak bola tersebut usai menggelar Kongres Biasa di Kantor PPILN Demak pada Selasa, (03/08/2021) kemarin.

Ketua Askab PSSI Blora, Mukti Dwi Wahyu Riyanto mengatakan kebetulan, saat ini Persikaba sudah memiliki kepengurusan maupun manajemen tim baru yang akan menanganinya. Dengan diputarnya kompetisi Liga 3 jateng tersebut, rencananya Persikaba bakal mengikutinya.

“Dibentuk kepengurusan dan manajemen tim baru diharapkan dapat menentukan langkah cepat dalam mengelola tim,” ucap Antok, sapaan akrab Ketua Askab Blora.

Menurutnya, untuk mengelola Persikaba, perlu adanya koordinasi dengan pihak terkait khususnya dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Blora. Yang perlu diketahui, selama diputarnya liga, Persikaba Blora belum pernah sekalipun absen.

“Masalahnya, tim ini merupakan kesebelasan milik pemerintah setempat sehingga juga ikut mengurusi soal anggarannya,” tandasnya.

Sementara itu, seusai mengikuti Kongres Biasa, Ketua Harian Askab Blora, Sutiyono mengaku dalam kongres biasa tersebut, direncanakan Liga 3 Jawa Tengah akan bergulir pada 2 Oktober 2021 dan akan diikuti 20 klub yang ada di Jawa Tengah.

“Kongres biasa Selasa, (03/08/2021) kemarin, membahas program kerja PSSI. Salah satunya sosialisasi Liga 3 yang akan digulirkan pada 2 Oktober 2021 mendatang. Terkait mekanisme dan teknisnya akan dibahas nanti dalam sebuah workshop,” kata Sutiyono, Rabu (04/08/2021).

Sutiyono menambahkan sebagai gambaran Kompetisi kasta ketiga tingkat provinsi tersebut, nanti formatnya menggunakan model home tournament. Misalkan dalam 20 klub itu nanti tiap grup diisi lima klub, dan digelar tanpa penonton mengingat masih adanya pandemi Covid-19.

Lanjut Sutiyono, Workshop nanti akan membahas pelaksanaan teknis dan regulasi yang lebih detail. Pembahasan mengenai jumlah pemain dalam satu klub, penggunaan pemain senior atau tidak, lisensi pelatih dan asisten pelatih, serta hal lainnya.

“Untuk detailnya nanti setelah digelar workshop. Kemungkinan, bisa virtual bisa juga non virtual,” pungkasnya. (Spt)

  • Bagikan