fbpx

BLORA MUDA : MELATIH DISIPLIN DENGAN MENGIKUTI MILITER KAMPUS

  • Bagikan
resimen mahasiswa
Melalui Resimen Mahasiswa, Novia berharap dapat melatih jiwa disiplin sebagai bekal kembali ke masyarakat ketika lulus kelak
resimen mahasiswa
Melalui Resimen Mahasiswa, Novia berharap dapat melatih jiwa disiplin sebagai bekal kembali ke masyarakat ketika lulus kelak

Todanan – Dispilin dini merupakan bekal untuk melakukan perubahan. Demikianlah gagasan awal dari Novia Arum Setianingsih, sekretaris Resimen Mahasiswa Mahadipa Yon 936 / Singa Putih Stikes Karya Husada Semarang. Melihat besarnya kesenjangan antara pusat kota (Blora) dengan kampung kelahirannya di desa Ngumbul kecamatan Todanan, Novia berharap ketika lulus kelak dapat membuat perubahan sehingga kesenjangan tersebut tidak semakin dalam.

Novia Arum Setianingsih lahir di desa Ngumbul kecamatan Todanan pada tanggal 24 November 1997. Novia kini tengah menjalani studi pada semester 3 jurusan Keperawatan Stikes Karya Husada Semarang. Serius melatih diri dalam kedisiplinan melalui Resimen Mahasiswa sejak awal kuliah, dia berharap apa yang digelutinya kini dapat berguna di kampung halaman.

Novia berpandangan bahwa ada kesenjangan fasilitas kesehatan yang serius di Blora. “Akses menuju fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) belum dinikmati masyarakat yang tinggal jauh dari kota. Di Blora telah ada dua RSUD, di Blora dan di Cepu. Kemampuan masyarakat untuk berobat ke dua RSUD tersebut tidak bisa dikatakan merata” jelasnya.

“Apalagi dalam pelayanannya, rumah sakit membedakan pelayanan berdasarkan kelas-kelas yang ada. Semoga ke depan ada upaya pemerintah untuk membuat fasilitas pelayanan kesehatan menjadi lebih baik” lanjutnya.

Menurut Novia, salah satu gagasan untuk membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih baik adalah dengan mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan primer, puskesmas yang tersebar merata di Blora.

“Sebenarnya, pemerintah telah memfasilitasi pelayanan kesehatan dengan puskesmas-puskesmas di berbagai tempat di Blora. Sayangnya, tidak banyak puskesmas yang memiliki ketersediaan peralatan, dokter dan obat-obatan yang lengkap” lanjut Novia. “Selain itu, tradisi lebih baik mencegah dari pada mengobati belum menjadi tradisi di masyarakat sehingga dalam banyak kasus, mereka baru berobat ketika telah berada dalam kondisi parah / kritis.”

Berangkat dari keadaan tersebut, Novia berpendapat bahwa kemampuan kognitif keperawatan saja tidak cukup. Kemampuan afektif dan psikomotorik melalui Resimen Mahasiswa digelutinya agar dapat menjadi profesional muda Blora yang berkarakter dan tanggap.

Reporter          : Sahal Mamur

Foto                 : Dokumentasi Novia Arum Setianingsih

banner 120x500
  • Bagikan