MERASA DIKUCILKAN, SANTRI TEMBORO DATANGI BUPATI BLORA

Blora – Sejumlah 25 santri asal Ponpes Al Fatah Temboro Magetan yang tinggal di Blora dan sekitarnya kemarin (05/06) mendatangi Kantor Setda Blora. 

Mustofa, perwakilan rombongan menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk mendapatkan kejelasan terkait rekan mereka yang dirawat di Klinik Padma sebagai pasien Covid-19 namun tak kunjung dipulangkan. Sudah 35 hari rekannya dirawat di klinik tersebut. Namun, dalam jangka waktu tersebut pihak keluarga tidak mendapatkan konfirmasi mengenai hasil tes swab.

 

Santri asal temboro datangi kantor setda Blora

Santri asal temboro datangi kantor setda Blora

 

”Kita di sini terus terang prihatin mengenai Corona. Ini kan kawan kita sudah dikarantina kan lebih dari 35 hari. Sedangkan, daripada proses tes swab-nya ini, kita minta penjelasan, bagaimana cara medisnya, siapa yang menangani struktur kesehatannya, biar terbuka, sehingga menenangkan pihak keluarga,” tuturnya kemarin. 

Dirinya menambahkan, alasan bertemu Bupati Blora Djoko Nugroho juga karena dirinya dan rekan-rekannya terus dikucilkan di masyarakat akibat beberapa rekan yang dinyatakan positif Covid-19. Karena itu, pihaknya merasa penting untuk mendapat penjelasan langsung dari Bupati. 

”Keluarga ini terdampak luar biasa. Sehingga warga-warga ini mengucilkan kami. Ini campuran yang ke sini, ada yang dari Ngawi, ada yang Semarang. Pokoknya solidaritas santri Temboro,” tuturnya. 

Setelah bertemu Bupati, pihaknya mengaku cukup puas dengan penjelasan yang diberikan. Bahwa pihak Bupati melalui Dinas Kesehatan setempat benar-benar tanggung jawab.

”Mau nggak mau ya (puas atas penjelasan). Intinya tanggungjawab dan serius,” kata dia. 

Terkait rekannya yang kabur, dirinya mengaku tidak mengetahui. Bahkan, dia baru tahu dari media. 

”Saya tidak tahu. Baru tahu ini, katanya bisa pulang kalau hasil tes swab negatif malah kabur,” kata dia. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Blora sekaligus juru bicara Gugus tugas penanganan  Covid-19 Lilik Hernanto menyatakan proses yang harus dijalani bagi yang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab memang demikian. Selama belum menunjukkan negatif, akan terus dikarantina. 

”Sudah di-swab, memang masih positif,” kata Lilik. (Jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan