fbpx

SMPN 1 BLORA GELAR PAMERAN SENI SAMBUT KURIKULUM MERDEKA

Kurikulum Merdeka belum diterapkan di Kabupaten Blora. SMPN 1 Blora start lebih awal menyambut kurikulum terbaru itu, dengan menggelar Pameran Panen Raya dari hasil pembelajaran siswa kelas IX SMPN 1 Blora.
Para siswa memamerkan hasil karya seninya.

Blora – Kurikulum Merdeka belum diterapkan di Kabupaten Blora. SMPN 1 Blora start lebih awal menyambut kurikulum terbaru itu, dengan menggelar Pameran Panen Raya dari hasil pembelajaran siswa kelas IX SMPN 1 Blora.

Pengakuan Kepala Sekolah SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq memang kurikulum merdeka belum terealisasi setidaknya pihak sekolah telah menjemput bola terlebih dahulu. Pameran yang digelar merupakan kolaborasi dan implementasi dari pembelajaran.

“Ini pameran kolaborasi dari 11 mata pelajaran. Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan lain sebagainya. Pameran ini berkaitan juga dengan rangkaian HUT SMPN 1 Blora ke 76,” terangnya, Kamis (31/3).

BACA JUGA :  PUNCAK PAMERAN REKAM JEJAK, TUMPENGAN SEBAGAI MEDIA REFLEKSI

Terdapat 76 karya seni yang dipamerkan, semuanya dari bahan bambu dan kayu. Seluruh karya siswa terdapat narasi yang tertera dalam katalog. Satu karya dikerjakan oleh empat murid. Dari pameran ini diharapkan menjadi lahan eksplorasi. Murid diberikan waktu satu minggu untuk konsultasi dalam pengkaryaan.

“Anak harus bisa mengembangkan potensi dirinya. Semua anak berprestasi di bidangnya masing-masing. Jangan sampai potensi anak tidak berkembang. Nanti akan dinilai oleh anak kelas tujuh dan delapan dalam sepuluh kategori yang telah ditentukan,” ungkap Rofiq.

BACA JUGA :  48 KARYA LUKIS DIPAMERKAN, TOKOH SEDULUR SIKEP ACUNGI JEMPOL

Pengawas SMPN 1 Blora, Sugiyarti berkesempatan membuka Pameran Panen Raya. Ia mengapresiasi hasil buah karya dari para siswa. Menurutnya ini merupakan langkah yang tepat menyongsong kurikulum merdeka meski belum diterapkan di Kabupaten Blora.

“SMPN 1 Blora ini sudah mencuri start. Mereka sudah mau belajar. Jadi memberikan anak ruang untuk melakukan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam menyambut kurikulum merdeka. Dan murid kelas tujuh, delapan bisa belajar lebih kreatif lagi,” ujarnya.

BACA JUGA :  FESTIVAL BONSAI BERNILAI SENI DAN UNIK BIKIN MATA MANJA

Sementara Bupati Blora, Arief Rohman yang juga alumnus SMPN 1 Blora tahun 1993-1995, turut bangga dengan karya dari bahan kayu dan bambu, dapat menjadi kreasi macam-macam dan berkualitas.

“Luar biasa sekali mampu memanfaatkan bahan lokal dan ramah lingkungan. Ini nanti bisa dijual online juga bernilai ekonomis. Kami berharap SMPN 1 Blora terus berkembang, Pemkab siap mendampingi siswa berprestasi dan berdaya saing dengan SMP-SMP lain,” harapnya. (Jam).