fbpx

SATU KELUARGA ASAL BLORA TEWAS DALAM KECELAKAAN MAUT DI SEMARANG

  • Bagikan
SATU KELUARGA ASAL BLORA TEWAS DALAM KECELAKAAN MAUT DI SEMARANG
Foto : detik(dot)com

Semarang- Satu keluaraga asal Kabupaten Blora tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di Semarang. Tepatnya di tanjakan Sigar Bencah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Mereka adalah Nurul Huda (36) dan istrinya Erna Puji Rahayu (32), serta Alif Kendra Tama (3 bulan) yang mengendarai motor Vario bernopol K 2955 GY, ketiganya merupakan warga Desa Wado Kecamatan Kedungtuban, Blora.

Sementara korban meninggal lainnya bernama Soni Arifianto (41) warga Meteseh Kota Semarang yang mengendarai Nmax bernopol H 5748 BBG.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit mengungkapkan, dari keterangan saksi mata, kecelakaan tersebut bermula saat truk tangki air bernopol H 1983 AY yang dikemudikan Agus kehilangan kendali kemudian menghantam mobil Brio H 9157 FW yang melaju searah dengan truk.

Kemudian truk belok ke kanan menghantam motor Nmax H 5748 BBG. Truk kembali ke lajur kiri dan menabrak mobil pikap GranMax K 8933 NY, sekaligus menghantam motor Vario K 2955 GY dari arah berlawanan.

Tak hanya itu, truk juga menabrak dua kendaraan lain yaitu mobil Avanza H 8973 QY dan motor Nmax bernopol H 3789 BNF. Truk tangki akhirnya berhenti setelah terguling.

“Untuk sopir kita amankan,” ucap Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit sepert dikutip detik(dot)com, Kamis (09/09).

Selanjutnya sopir truk bernama Agus Sutanto (51), warga Pekalongan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Diduga truk kehilangan kendali saat melaju dari Tembalang atas dan menurun menuju Meteseh.

Sementara itu, Nizar Hilmy selaku Perangkat Desa Wado membenarkan bahwa warga tersebut memang warganya. 

“Pihak Desa mendapatkan telepon pukul 15.00 WIB. Kalau menurut informasi kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB,” ucapnya saat dikonfirmasi Bloranews.com via telepon, Kamis (09/09). 

Nizar juga menambahkan pihak keluarga merasa kaget dengan kejadian tersebut, pasalnya korban baru beberapa pekan pulang ke rumah Desa Wado. 

“Tadi satu mobil elf menuju semarang mas. Untuk korban sendiri, sekeluarga dimakamkan juga di semarang. Sekitar magriban di makamkan,” pungkasnya. (Spt)

 

  • Bagikan